Category Archives: Film Action

Wabah Virus Corona, Studio China Terpaksa Rilis Film Online

Wabah Virus Corona, Studio China Terpaksa Rilis Film Online . Studio-studio film terkemuka China terpaksa membatalkan rilis film-film terbesar mereka setelah penyebaran virus Corona yang semakin meningkat. Sebelumnya, film-film blockbuster China direncanakan tayang pada akhir pekan ini bertepatan dengan perayaan Tahun Baru China atau Imlek. Kini, perusahaan film Nonton Movie21 Online menanggapi pembatalan itu dengan langkah berani tetapi menyenangkan penggemar. Studio tersebut telah memutuskan untuk tetap merilis film komedi Lost in Russia yang banyak ditunggu-tunggu secara online dan gratis.

Lost in Russia, disutradarai dan dibintangi oleh bintang komedi Xu Zheng, yang secara luas diharapkan menjadi salah satu juara box office di Tahun Baru China, sebelum virus Corona mewabah. Film ini diperkirakan menghasilkan penjualan tiket sebesar US$1 miliar selama seminggu mendatang. Dua film pertama dalam waralaba Lost In telah menghasilkan US$473 juta, jumlah gabungan pada 2012 dan 2015.

Huanxi mengatakan kepada The Hollywood Reporter, Jumat (24/1) pagi, bahwa Lost In Russia akan tersedia secara gratis di platform streaming miliknya, Huanxi Premium sejak tengah malam ini. Sebelum pembatalan karena virus Corona, film tersebut ditetapkan untuk tayang secara nasional di China pada hari ini juga.

Langkah itu tentu membawa kegembiraan untuk para penggemar, mengingat menonton film massal telah menjadi kegiatan tradisi Tahun Baru Imlek di China. Terlebih, bioskop di seluruh negeri saat ini ditutup karena saran pemerintah untuk menghindari berkumpul di tempat-tempat ramai.

Lost in Russia mengikuti perjalanan berliku melintasi Rusia dari seorang ibu China yang manipulatif serta putranya yang berusia setengah baya yang masih ingin memberontak dan melarikan diri dari kekangan ibunya.

Selain Lost in Russia, Huanxi juga memiliki andil besar dalam film Leap garapan Peter Chan yang juga direncanakan dirilis saat Imlek. Film bertema olahraga ini mengisahkan tentang tim bola voli Olimpiade Tiongkok. Sementara itu, film-film yang batal tayang karena wabah virus Corona termasuk sekuel aksi komedi Detective Chinatown 3, The Rescue, dan animasi Boonie Bears: The Wild Life and Jiang Ziya. “Keselamatan dan kesehatan adalah keinginan bersama semua orang, dan dalam menghadapi epidemi, kami telah bersatu untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini,” demikian pernyataan rumah produksi terbesar di China, Wanda.

Jumlah kasus virus Corona telah melonjak hingga hampir 600 orang terinfeksi dan 17 orang meninggal pada Rabu (23/1) malam. Beijing mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu mengisolasi seluruh kota Wuhan, tempat virus tersebut diyakini berasal.

Ribuan warga di kota berpenduduk 11 juta jiwa itu dilaporkan telah mengungsi sebelum larangan semua kereta, pesawat, dan bus untuk meninggalkan kota metropolitan tersebut berlaku pada Rabu (22/1) pukul 10.00 pagi waktu setempat.

Review Film: Star Wars: The Rise of SkywalkerArtikel

Review Film: Star Wars: The Rise of SkywalkerArtikel. Sejak awal, gaya bercerita trilogi ketiga Star Wars sangat berbeda dengan dua trilogi sebelumnya, kemungkinan tak terlepas dari pengaruh Lucasfilm yang sudah diakuisisi Nonton Indoxxi Online. Cerita Star Wars yang sedianya rumit dibuat lebih sederhana dan banyak unsur komedi. Bukan hanya itu, cerita trilogi ketiga Star Wars juga terasa dipaksakan. Kedua hal itu sudah terasa pada film Star Wars: The Force Awakens (2015). Namun, film itu masih bisa ditoleransi karena cerita yang dipaksakan hanya sedikit. Pun begitu dengan film Star Wars: The Last Jedi (2017). Namun, film Star Wars: The Rise of Skywalker sudah tidak bisa ditoleransi. Kurang lebih 80 persen cerita sangat memaksakan dan terlalu dibuat-buat.

Bak cerita tempelan yang tidak menyatu dengan semesta Star Wars, film ini seakan dibuat hanya untuk meraup untung. Cerita yang paling memaksakan adalah mengenai asal usul Rey (Daisy Ridley). Tiba-tiba dalam film ini dijelaskan bahwa orang tua Rey adalah anak dari Emperor Palpatine, sith yang sangat kuat dan jahat. Dengan begitu Rey adalah cucu Palpatine. Karakter Palpatine sendiri sudah muncul dalam dua trilogi Star Wars sebelumnya. Ia diceritakan mati dalam Star Wars: A New Hope (1977) setelah dibunuh oleh Dart Vader.

Seketika dalam film ini ia bangkit dari kematian, sangat-sangat dipaksakan. Palpatine tidak perlu dihidupkan kembali untuk memberi tahu bahwa ia adalah kakek dari Rey. Penulis naskah, dalam hal ini Chris Terrio dan J.J. Abrams, bisa menceritakan hal itu dengan cara yang elegan. Bukan dengan cara instan dan murahan seperti dalam film ini. Film ini semakin mengesalkan ketika pada pengantar cerita di awal film Star Wars, secara tidak langung menyebutkan bahwa Palpatine kembali hidup. Dengan membaca pengantar itu, akhir cerita Star Wars: The Rise of Skywalker sudah bisa diprediksi.

Selain itu, dalam film ini juga banyak dialog yang tidak penting. Salah satunya ketika Finn (John Boyega) sedang berbicara dengan salah satu karakter yang membantunya menolong Rey. Mereka berdua membahas masa lalu ketika masih mengabdi pada First Order. Nampaknya, dialog itu dibuat agar mereka terlihat heroik ketika perang bersama melawan First Order. Namun, pada akhirnya peran mereka dalam perang melawan First Order tidak heroik-heroik amat. Satu-satunya yang jadi penghibur adalah adegan-adegan nostalgia yang mungkin hanya diketahui penggemar lama Star Wars. Sebut saja ketika karakter Lando berkata, “I have a bad feeling about this,” dan saat C3PO bertingkah konyol kala beraksi dalam misi penting.

Tak dimungkiri, film ini juga patut diacungi jempol berkat kemunculan karakter Leia Organa yang pemerannya, Carrie Fisher, sudah meninggal. Ia ditampilkan menggunakan gambar lama yang tidak terpakai kemudian dipoles CGI.Kemunculan Leia terasa nyata seperti diperankan langsung oleh Fisher. Walau bila diperhatikan secara detail, terlihat penampilan itu hanya manipulasi gambar. Oleh karena itu, banyak pengambilan gambar yang tidak memperlihatkan wajah Leia.

Secara keseluruhan, bisa dikatakan Star Wars: The Rise of Skywalker adalah film Star Wars terburuk. Disney hanya membuat film ini sebagai penutup dan nostalgia bagi penggemar yang sudah lama mengikuti Star Wars. Mereka tidak memikirkan cerita yang matang dan kuat.